Pusat Grosir Mainan Anak-anak di Trotoar Jakarta

Bocah-bocah di pinggiran Jakarta dari keluarga menengah ke bawah kini dapat memiliki mainan seperti bocah gedongan dengan berbelanja mainan secara grosir di Pasar Gembrong Prumpung, Jakarta Timur.

Nun di sisi Gerbang Tol Pedati di dekat Jalan By Pass dan Jalan Basuki Rahmat terdapat sekitar 50 kios penjual mainan dari yoyo murah, perlengkapan tulis, mobil balap Tamiya, replika mobil untuk koleksi, hingga boneka Barbie asli tersedia melimpah di kios-kios tersebut.

Deretan kios dan toko berjejer di sana di sepanjang trotoar sehingga hanya menyisakan seruas gang sempit untuk pengunjung. Praktis, dua orang yang berpapasan pasti bersentuhan sehingga tempat tersebut tidak layak disebut “pasar senggol”.

Pasar senggol di Prumpung tersebut menjadi surga mainan bagi anak-anak ataupun pedagang karena lengkapnya jenis mainan di sana. Mainan yang di mal mewah, seperti Plaza Senayan atau Sogo, dijual hingga setengah juta rupiah atau lebih di tempat itu hanya dijual dengan harga miring pada kisaran Rp 200.000 saja.

Sebut saja koleksi replika mobil mewah merek Maisto dengan skala 1:18 atau 1:24 dihargai kurang dari Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Padahal, di pusat perbelanjaan terkemuka di Jakarta harganya bisa mencapai dua kali lipat.

Lebih murah lagi barang dari merek menengah bawah, seperti replika mobil buatan Yat Ming, China. Di toko besar replika mobil tersebut dijual paling murah Rp 150.000, tetapi di Prumpung dijual Rp 65.000 per unit.

Untuk mainan mobil merek Kinsmart juga dijual dengan harga sangat miring, yakni Rp 35.000 sepasang. Di toko besar harganya satu unit bisa mencapai Rp 40.000.

Rachma, kolektor replika mobil yang ditemui di toko Haji Tardjono, mengaku sering meluangkan waktu berburu “mobil” di Prumpung. Dia sering meluangkan waktu di tempat itu bersama anaknya yang juga penggemar replika mobil.

Tak ketinggalan salah satu ikon yang dijual di pasar ini adalah mainan impian anak perempuan: boneka Barbie. Barbie yang dijual di sini bervariasi dari produksi asli Mattel, Barbie tiruan dari China, hingga boneka mirip Barbie yang lagi-lagi buatan China.

Harganya bervariasi, produk asli dihargai Rp 130.000-an dan yang termurah Rp 15.000. Itu pun masih bisa ditawar jika membeli dalam partai besar. Padahal produk asli di toko-toko besar harganya mencapai Rp 300.000 per unit!

Bahkan, ada beberapa kios yang khusus menjadi butik Barbie, yakni menyediakan pakaian, rumah, dan pelbagai aksesori boneka ikon Amerika itu. Rumah Barbie buatan impor dan lokal juga tersedia di sana.

Dari mainan kelas atas, ada juga mainan sederhana yang banyak dijual di lapak-lapak pedagang depan sekolah. Sebutlah di kios milik Budiman asal Yogya, yoyo plastik, pistol-pistolan, dan sepeda yang ditarik seperti gasing, harganya berkisar Rp 1.000 hingga Rp 4.000 per buah secara eceran. Namun, jika membeli lusinan, harga tersebut bisa turun hingga Rp 700 dan Rp 3.000.

Kalau beli pistol selusin jatuhnya sekitar Rp 3.000. Kalau beli Bajaj Bajuri selusin Rp 17.000 per unit. Beli satuan Rp 25.000, kata Budiman.

Sedangkan perlengkapan olahraga juga dijual murah meriah. Sepasang raket bulu tangkis harganya Rp 25.000, satu dus shuttlecock isi 12 dijual Rp 15.000 dan papan catur ukuran besar Rp 17.000. Sangat murah, karena satu dus shuttlecock buatan lokal pun kini harganya berkisar Rp 30.000 sampai Rp 50.000 di tingkat eceran.

Untuk pelanggan dan kolektor pun dapat dilayani lewat telepon, semisal di toko milik Dasuki di ujung pasar ke arah timur terowongan Jalan Casablanca. Dasuki menjelaskan, pelanggannya yang mengoleksi replika mobil kerap menelepon untuk memberi daftar belanjaan. Tak lupa, setiap muncul katalog baru selalu habis diminta para pelanggan.

Yang ada sekarang tinggal sisa saja Mas. Kalau mau datang akhir pekan setiap Jumat, Sabtu datang barang baru, ujar Dasuki menjelaskan.

Anak-anak pun kulakan

Nyonya Rachma, istri ketua RT 08 RW 01 tempat Pasar Gembrong berada, menjelaskan, puluhan pedagang tersebut sudah memulai usaha sejak krisis moneter mencapai puncaknya tahun 1998. Habis Jakarta kerusuhan, lalu orang mulai berusaha bangun kios di sana. Kemudian berkembang jadi grosir sampai sekarang. Pedagangnya campuran ada orang asli dan pendatang, kata Rachma.

Ketua RW Agus Muslim yang akrab disapa Pak Caplin memang memiliki sebuah kios. Sayang waktu didatangi di kiosnya, Agus sedang tidak berada di tempat. Istri dan keluarganya terlihat sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti.

Para pedagang tersebut ada yang memiliki kios dan ada pula yang menyewa. Untuk sebuah kios kecil ukuran 1,5 x 3 meter biasanya disewa pedagang Rp 3 juta per tahun.

Lokasi tersebut memang unik karena menjadi salah satu pusat grosir mainan di luar kawasan Kota-Pancoran-Pasar Pagi. Bahkan, toko-toko di Pasar Jatinegara pun turut mengambil barang dagangan dari Prumpung.

Dari pedagang sampai anak sekolah belanja di sini. Kadang anak-anak belanja ditemani orangtua untuk dijual lagi di sekolahnya, kata Nyonya Siti seorang pemilik kios.

Di Prumpung, anak-anak memang biasa kulakan untuk dijual lagi kepada teman-teman sekolahnya. Distya yang duduk di bangku kelas V sebuah sekolah di Bekasi, misalnya, kerap ditemani orangtuanya kulakan kertas file, alat tulis, bando, ikat dan jepit rambut, serta pernik- pernik lain untuk dijual lagi kepada teman sekolahnya.

Menurut sejumlah pedagang, pembeli mereka berdatangan dari kota-kota di sekitar Jakarta. Bahkan, ada yang dari Cirebon, Tegal, dan Bandar Lampung!

Tak heran kalau usaha berjualan mainan anak-anak “impor” itu memberi keuntungan lumayan. Haji Tardjono, misalnya, akhirnya menutup Warung Tegalnya untuk jual mainan.

Alhamdulillah, dalam tiga tahun saya bisa pergi haji sama istri. Sekarang terus buka toko mainan saja karena lebih menguntungkan, katanya.

Dagangannya pun bertambah tidak sekadar mainan, melainkan juga perlengkapan olahraga dan alat tulis kantor. Demikian pula sejumlah pedagang lain juga memiliki dagangan lengkap dari mainan hingga alat tulis.

Pasar Senggol Prumpung memang merupakan salah satu potret keuletan wong cilik di Jakarta walau mereka terpaksa memakai lahan trotoar jalan yang mestinya untuk pejalan kaki. Dan, jangan ditanya pula apakah barang dagangan mereka legal atau tidak….

Pusat Grosir Mainan Anak-anak di Trotoar Jakarta
Oleh: Iwan Santosa

Dipublikasi di Indonesia, Mainan | 404 Komentar

Peta Pasar Gembrong

 

pasar gembrong prumpung

 

Dipublikasi di Mainan | 12 Komentar